Ada baiknya sekali waktu pada akhir tahun tidak selalu di puncak gunung untuk memandang panorama bawah, tetapi kita berada di bawah, di lembah untuk memberikan kesempatan bernapas tanah, batu, dan angin puncak berbicara dari hati ke hati. Orang-orang yang mencintai puncak gunung hendaklah bercerita secara gamblang, mengapa teman lain juga ingin memandang keindahan dari puncaknya. Bagaimana kita bersiap diri dengan ketakterdugaan kondisi alam yang seringkali kita tidak siap mengantisipasinya sekaligus. Berita-berita petaka yang menimpa saudara pendaki hendaknya menjadi permenungan sepanjang hobi ini dikembangkan. Berita keberhasilan berdiri atau duduk, bersujud atau tengadah di atas ketinggian hendaklah menjadi kesadaran baru akan perlunya pemahaman baru tentang medan gunung yang tak sepenuhnya kita tahu jalannya, apalagi jalan-Nya yang sering tak diperhitungkan eksistensinya dari waktu ke waktu secara arif. Buku referensi memang kadang tak mudah direvisi seperti media cerita yang seger...
Pengenalanku tentang Gunung dan Orang-orang Sederhana tapi Peduli