Langsung ke konten utama

Postingan

CATATAN SAYA KE GUNUNG-GUNUNG

1974, PLAWANGAN      Kekaguman akan wujud gunung yang paling nyata pertama kali saya hadapi ketika rombongan anak-anak paroki yang tergabung dalam putra-putri altar gereja katolik Maria Asumpta, Kumetiran berekreasi ke Kaliurang. Perubahan suasana kota dengan hiruk-pikuk keseharian menjadi suasana lingkungan alam pegunungan dan vila-vila taman sepanjang kompleks wisata Kaliurang yang terkenal itu menyejukkan hati para pengunjung. Terminal kedatangan selalu silih berganti mobil angkutan masuk dan keluar meninggalkannya menandai tempat rekreasi ini lebih akrab dengan suara alam, antara lain gemericik air sungai kecil, juga pancuran di sudut-sudut jalan yang digunakan oleh pedagang dan pengunjung, suara kicau burung di ranting pohon pinus, serta desau angin. Hawa sejuk khas pegunungan dan dingin air gunung sebelum terkena sinar matahari siang. Pemandian 'Tlogo Putri' masih tampak sepi, airnya sangat dingin. Sementara di sisi lain air gemericik di dinding 'Tlogo Muncar' te...
Postingan terbaru

MENJENGUK PENGALAMAN, MERENUNGKAN HAKIKAT, MENANGKAP MAKNA

Meski tak seaktif dulu lagi, melakukan petualanagan ke alam menjadikan semangat hidup punya bara, paling tidak punya cerita yang bisa dibagikan. Tumpukan pengalaman, walaupun tercerai-berai menjadi fragmen-fragmentaris dalam rentang waktu lama, bisa direkonstruksi tahap demi tahap yang masih berseliweran pada berbagai kesempatan selama masih bernapas dan mampu memanggil suara ingatan. Tahap norma manusia dibagi dalam 5 tingkatan: masa kanak-kanak, mulai sekolah dasar, sekolah lanjutan, kuliah, dan bekerja. Selama masa itu, kita sangat banyak bergantung kepada orang-orang baik di sekitar kita. Keluarga inti tentu saja sangat kita kenal entah dalam kurun waktu lama atau hanya sekejap ingatan mampu menyimpannya. Sanak saudara dan tetangga dekat menjadi orang-orang yang mengajari hidup tanpa memperhitungkan untung rugi. Ia memberi bantuan pertolongan dengan sukarela, ikhlas hati, dan ramah. Bermain dan belajar bebas memilih waktu sesuai kesepakatan, bahkan kalau harus mengorbankan waktu-...

MEMAHAMI KECELAKAAN DI GUNUNG

     Betapa tersentuh rasa hati saat me mbaca beberapa musibah yang menimpa para pendaki gunung, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Orang-orang yang memilih jalan kegemaran ke gunung-gunung tentu sadar risiko yang menghadang. Meminjam gagasan alm. Norman Edwin, bahwa bahaya di kegiatan alam bebas itu dapat dikategorikan bahaya objektif tak terhindarkan dan bahaya subjektif yang dapat diupayakan antisipasi dan penanganannya sebelumnya. Lebih lanjut, orang-orang yang menekuni olah raga berisiko tinggi ini terus-menerus perlu membina dan berlatih diri untuk meminimalkan bahaya objektif menjadi bahaya subjektif.      Secara individual apalagi kelompok perlu memiliki standar prosedur 'aman' dalam merancang, melaksanakan, serta mempertanggungjawabkan petualangannya. Ada perbedaan mendasar antara kegiatan yang rekreatif belaka dengan petualangan untuk mengembangkan potensi humanitas yang lebih teruji mental, fisik, spiritual, emosional, dan penghayatan hid...

BERKERETA API SRI TANJUNG KE G.KAWAH IJEN DAN G.BROMO (BAGIAN 2)

      Agak lama saya tak mengunjungi blog karena terlalu asyik berkelana di jejaring facebook yang terasa lekat emosionalnya. Bukan karena tingkat interaktifnya yang memang sangat kompleks, melainkan karena kurang tekun menjaga motivasi menulis panjang-panjang. Kenangan dan pengalaman ini tak seharusnya saling meniadakan.     Baiklah saya mulai kelanjutan perjalanan lalu yang terputus itu.     Tiba di terminal Probolinggo masih cukup pagi untuk ukuran makan siang, kira-kira pukul 10.20 WIB. Kami turun di pintu masuk terminal karena ingin cepat beranjak ke tempat mangkal angkutan khusus jurusan Ngadisari, pintu masuk kawasan Taman Nasional Bromo-Semeru-Tengger. Di samping itu, anak saya yang kecil memang jago mabuk angkutan darat, khususnya bus umum yang berbahan bakar solar atau bensin. Baginya menjadi lebih banyak waktu untuk pemulihan fisik yang terkuras selama perjalanan sebelumnya. Warung makan menjadi sasaran kami istirahat sejenak. Setelah pe...

BERKERETA SRI TANJUNG KE KAWAH G. IJEN DAN G. BROMO (BAGIAN I)

Membawa keluarga ke bentuk wisata alam tentu merupakan sebuah nilai pendidikan tersendiri. Memang waktu yang dipilih saat mereka libur panjang, juga persiapan perlengkapan/perbekalan standar perjalanan jauh dan cadangan anggaran khusus agar tidak berpengaruh besar pada budget rutin selama ini. Contoh pertama, objek kunjungan yang dipilih. Melaui obrolan santai di rumah, disepakati objek G.Bromo difavoritkan untuk dikunjungi. Informasi data objek dikumpulkan dan diikuti perkembangan berita terkininya. Waktu itu diperoleh kabar bahwa stattus G.Bromo masih waspada. Kalau objek ini dipaksakan juga, ada kemungkinan jalur transportasi bergeser. Hal itu tentu akan mengganggu kenyamanan berlibur. Maka, ditentukanlah objek kedua sebagai alternatif apabila rombongan sudah berada di lokasi untuk tidak berlama-lama kecewa. Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya via internet, dipilih objek Kawah G. Ijen. Kedua objek ini memiliki daya tarik yang sangat berbeda karakteristiknya. G. Bromo t...

SILATURAHMI KINAHREJO

Lereng Merapi sisi selatan, setelah bencana yang mengharu biru rasa, selalu mengingatkan rindu untuk kembali mengunjunginya kapan pun sempat. Rasa pernah di sana sejak perkenalan jiwa gunung muda usiaku dulu tentu memeteraikan kesan yang dalam. Dan aku terpaksa harus ke sana dua kali karena tidak cukup hanya sekali kunjungan. Bagian I: 23 Juni 2011, setelah istirahat semalam dari perjalanan mudik Palembang-Jogya, saya da anak saya yang kecil mendatangi loket sekaligus garasi bus yang juga sering sayagunakan selama ini untuk mudik liburan kerja guna memesan tiket pulang ke palembang nantinya. Selesai memperoleh tiket, motor saya arahkan ke jalan lingkar menuju Jalan Kaliurang yang semakin padat kendaraan terutama pelat luar kota yang menjamur saat musim libur sekolah seperti kemarin. Melenggang di antara lalu lalang kendaraan dan angin semilir semakin sejuk mendekati tanjakan Pakem menyadarkan aku lebih konsentrasi mengemudikan setang motor dengan lampu dan sign yang kokoh. Memasuki are...

SILATURAHMI CANDI G 9

Mobil rental warna putih meraung melewati tanjakan Bandungan, Ambarawa. Waktu sudah mendekati jam wajib makan malam. Sambil mengamati jalan melingkar, mata kami mengharapkan ada deretan rumah makan yang ramah pengunjung sepanjang jalur wisata ini. Sampai mobil bisa berhenti untuk parkir secara aman di samping warung makan lesehan dengan menu utama 'sate kelinci' dan susu jahe yang menawan. Sambil menunggu sajian pesanan masing-masing, percakapan kami mulai dengan penginapan yang bakal kami singgahi, rute perjalanan besok pagi, dan kegiatan touring selanjutnya. Jagoan kecilku beraksi menggigit daging panggang beraroma dari tusuknya. Sekali tarik, berlepotanlah mulutnya dengan bumbu yang bercampur dengan kecap sampai tangannya bergetar. Aku lebih suka menyeruput minuman hangat dengan menempelkan ujung gelas di mulut. Hangatnya merayapi kerongkongan sampai ke lambung. Satu porsi terlewat terasa kurang, terpaksa harus menambah jatah porsi makan malam ini. Kesibukan penjual sate ini...