Karena ortu masuk masa pensiun, sementara saya, 8 bersaudara dan nenek masih menjadi tanggungan keluarga, terpaksa saya mencoba sambil kerja mengajar di SMP (almamater saya dulu) sebagai honorer. Maklum, semester akhir tinggal mengulang/memperbaiki nilai sks yang masih bisa diambil untuk mendongkrak IPK. Meski tidak seberapa banyak, saya rasa cukup membantu budget sendiri sehari-hari. Di sela kerja sambilan, saya sempatkan bergerilya dari kost ke kost teman-teman yang kreatif untuk menimba 'idealisme' di malioboro menjajakan kartu ucapan dengan gambar foto alam. Wah, dari sisi ini saya harus mengakui kalah jauh dari mereka yang memang punya bakat seni. Tapi proses mencoba sudah saya pilih di tengah budaya masyarakat yang membesarkan saya. Malioboro telah menjadi komunitas multi interest bagi pencinta Yogya. Gaya hidup di sini mengalir dari pagi ke pagi dalam irama yang sama. Lalu lintas di jalur tengah yang digerakkan solar dan bensin menyuarakan roda kehidupan panas, sed...
Pengenalanku tentang Gunung dan Orang-orang Sederhana tapi Peduli