Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2008

MENJAJAL DEBURAN SERAYU

Di tepinya sungai Serayu, waktu fajar menyingsing desir angin lemah gemulai, mengalirberkilauan.... Barangkali ingat syair lagu langgam keroncong yang romantis seperti itu, jiwa kembali muda. betapa tidak? Kami berniat mengarunginya bersama anggota Pencinta Alam SMA Xaverius 1 Palembang dan Mahasiswa USD Yogyakarta tanggal 27 Juli 2008 lalu. Pak Tom dan Pak Eka sebagai pendamping kegiatan lapangan ikut merasakan berbasah ria di jeram-jeramnya. Berangkat dari Yogyakarta, 2 mobil Xenia dan Kijang meluncur menembus malam. Kami pilih malam untuk mengurangi kemacetan jalan raya. Untuk memangkas jalur, kami melewati Borobudur menuju tanjakan Kepil tembus Wonosobo. Hujan rintik membasahi sepanjang jalan yang kami lalui. Tiba di persimpangan jalan, terpasksa kami harus bertanya sana-sini agar tidak salah jalan. Tiba di Wonosobo, kami menikmati makan malam di pinggir jalan yang masih buka dengan menu spesial Bebek goreng hangat. Lepas dari Wonosobo, hujan deras mengguyur jalanan. Kami menuju ba...

EPISODE GUNUNG LAWU LANJUTAN

Akhirnya terjadi juga, pendakian itu. ke puncakmu Gunung Lawu. Kami datang dari Palembang dengan 9 anggota Palaxsa: Pak Tom. Pal Eka, Cecil. Monic, Tanti, Seto, Budi, Theo, Leni dibantu 4 personil anggota Mapasadha USD Yogyakarta: Pecek, Larso, Mas Wie, Sempal berangkat dari pondok ke Janti dengan menumpang bus kota. Dari Janti kami melanjutkan ke kota Solo dengan bus Sri Mulyo. Udara panas yang membuat gerah berubah setelah mendapatkan tambahan teman pengamen muda bernama Mas Muji. Terminal Tirtonadi kami lewati untu bergerak ke Tawangmangu arah pendakian Gunung Lawu kali ini. Dengan sedikit negosiasi harga jadilah kami berangkat ke objek wisata ini. Sore tak menyurutkan semangat untuk segera tiba di sana. Bayangan gunung yang kebiru-biruan menyembul di antara sawah dan pohon-pohon di depan mata. Angin dingin menerpa kami ketika kaki menjejakkan sepatunya di terminal Tawangmangu. Ada yang berubah tentu. pasar yang rata dengan bumi berpindah untuk alasan yang menjanjikan para pedagang ...