Di tepinya sungai Serayu, waktu fajar menyingsing
desir angin lemah gemulai, mengalirberkilauan....
Barangkali ingat syair lagu langgam keroncong yang romantis seperti itu, jiwa kembali muda. betapa tidak? Kami berniat mengarunginya bersama anggota Pencinta Alam SMA Xaverius 1 Palembang dan Mahasiswa USD Yogyakarta tanggal 27 Juli 2008 lalu. Pak Tom dan Pak Eka sebagai pendamping kegiatan lapangan ikut merasakan berbasah ria di jeram-jeramnya.
Berangkat dari Yogyakarta, 2 mobil Xenia dan Kijang meluncur menembus malam. Kami pilih malam untuk mengurangi kemacetan jalan raya. Untuk memangkas jalur, kami melewati Borobudur menuju tanjakan Kepil tembus Wonosobo. Hujan rintik membasahi sepanjang jalan yang kami lalui. Tiba di persimpangan jalan, terpasksa kami harus bertanya sana-sini agar tidak salah jalan. Tiba di Wonosobo, kami menikmati makan malam di pinggir jalan yang masih buka dengan menu spesial Bebek goreng hangat. Lepas dari Wonosobo, hujan deras mengguyur jalanan. Kami menuju basecamp Segaluh, Banjarnegara. Sekitar pukul 23.00 baru kami sampai di base camp. Udara dingin mengiringi langkah ke pondok inap. Suara air sungai di bawah menggelorakan impian esok pagi yang akan kami arungi. Karena gelap, tak ada bulan dan bintang yang terdengar cuma suara air sungai saja. Malam itu kami menikmati makan seadanya. Malam itu kami tidur di pondok kebun pinggiran sungai. Entah siapa memulai, satu satu kami terlelap di lelap malam. Beberapa sengaja menahan kantuk karena menonton final Euro 2008 dari pesawat tv yang ada di Sekretariat Serayu Rafting. Antara sadar dan tak sadar tayangan sepakbola itu berjalan sampai akhir pertandingan. Anehnya saat gol terjadi, kami serempak bangun lalu tertidur kembali.
desir angin lemah gemulai, mengalirberkilauan....
Barangkali ingat syair lagu langgam keroncong yang romantis seperti itu, jiwa kembali muda. betapa tidak? Kami berniat mengarunginya bersama anggota Pencinta Alam SMA Xaverius 1 Palembang dan Mahasiswa USD Yogyakarta tanggal 27 Juli 2008 lalu. Pak Tom dan Pak Eka sebagai pendamping kegiatan lapangan ikut merasakan berbasah ria di jeram-jeramnya.
Berangkat dari Yogyakarta, 2 mobil Xenia dan Kijang meluncur menembus malam. Kami pilih malam untuk mengurangi kemacetan jalan raya. Untuk memangkas jalur, kami melewati Borobudur menuju tanjakan Kepil tembus Wonosobo. Hujan rintik membasahi sepanjang jalan yang kami lalui. Tiba di persimpangan jalan, terpasksa kami harus bertanya sana-sini agar tidak salah jalan. Tiba di Wonosobo, kami menikmati makan malam di pinggir jalan yang masih buka dengan menu spesial Bebek goreng hangat. Lepas dari Wonosobo, hujan deras mengguyur jalanan. Kami menuju basecamp Segaluh, Banjarnegara. Sekitar pukul 23.00 baru kami sampai di base camp. Udara dingin mengiringi langkah ke pondok inap. Suara air sungai di bawah menggelorakan impian esok pagi yang akan kami arungi. Karena gelap, tak ada bulan dan bintang yang terdengar cuma suara air sungai saja. Malam itu kami menikmati makan seadanya. Malam itu kami tidur di pondok kebun pinggiran sungai. Entah siapa memulai, satu satu kami terlelap di lelap malam. Beberapa sengaja menahan kantuk karena menonton final Euro 2008 dari pesawat tv yang ada di Sekretariat Serayu Rafting. Antara sadar dan tak sadar tayangan sepakbola itu berjalan sampai akhir pertandingan. Anehnya saat gol terjadi, kami serempak bangun lalu tertidur kembali.
Komentar