Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2010

LOGO MPSD

Jauh sesudah hingar bingar RENDEZVOUS berakhir, saya kembali merenungkan ungkapan saudara Agus Subagya (Jlitheng) yang merasa ada yang kurang terpajang dalam menu acara temu kangen lereng gunung itu, yakni bendera pusaka awal berdirinya mapasadha itu. Buat Agus yang cukup emosional berucap bahwa simbol itu memiliki ikatan batin tersendiri saat kita masih aktif di sana. Dalam kapasitas formal, benar bahwa simbol-simbol memang perlu hadir sebagai cerminan panji kebesaran yang mewarnai motivasi korps. Kalau uniform (PDH/PDL) tak berkait dengan semangat awal rintisan. Bagaimana ceremony dapat tercermin dalam suasana yang lebih fleksibellah. Saya sendiri tidak mengalami secara intens terhadap 'pergulatan jiwa' tualang yang terwujud kristalisasinya pada lembar kain sablon bernama bendera tersebut. Proses terciptanya benda itu tentu memiliki ceritanya sendiri, dan bukan wewenang saya untuk bercerita di sini karena memang tak punya referensi cukup. Tetapi, gagasan bahwa ada mata rantai...