Akhirnya terjadi juga, pendakian itu. ke puncakmu Gunung Lawu. Kami datang dari Palembang dengan 9 anggota Palaxsa: Pak Tom. Pal Eka, Cecil. Monic, Tanti, Seto, Budi, Theo, Leni dibantu 4 personil anggota Mapasadha USD Yogyakarta: Pecek, Larso, Mas Wie, Sempal berangkat dari pondok ke Janti dengan menumpang bus kota. Dari Janti kami melanjutkan ke kota Solo dengan bus Sri Mulyo. Udara panas yang membuat gerah berubah setelah mendapatkan tambahan teman pengamen muda bernama Mas Muji. Terminal Tirtonadi kami lewati untu bergerak ke Tawangmangu arah pendakian Gunung Lawu kali ini. Dengan sedikit negosiasi harga jadilah kami berangkat ke objek wisata ini. Sore tak menyurutkan semangat untuk segera tiba di sana. Bayangan gunung yang kebiru-biruan menyembul di antara sawah dan pohon-pohon di depan mata.
Angin dingin menerpa kami ketika kaki menjejakkan sepatunya di terminal Tawangmangu. Ada yang berubah tentu. pasar yang rata dengan bumi berpindah untuk alasan yang menjanjikan para pedagang meski sudah lebih 3 bulan kesepakatan dibangun pasar yang baru. Orang-orang masih lalu-lalang di sepanjang jalan menuju pasar. Hari masih sore sekitar pkl. 17.00. Perubahan yang tampak nyata juga terjadi pada alat transportasi menuju gunung yang semakin ramai, barangkali jalur lawu sudah menjadi menu utama para pendaki di Jawa. Akses menuju ke gunung sangat memadai, bahkan sedang terus dibangun perbaikan prasana jalan.
Jika Anda ingin mendaki dengan jalur tanah, pilih saja jalur dari Cemorokandang, Jawa Tengah. Kondisi alam yang tentu saja menantang pendaki yang gemar suasana nature; sedangkan bila ingin meninkmati tanjakan jalur berbatu lewatlah jalur Cemorosewu, Jawa Timur.
Angin dingin menerpa kami ketika kaki menjejakkan sepatunya di terminal Tawangmangu. Ada yang berubah tentu. pasar yang rata dengan bumi berpindah untuk alasan yang menjanjikan para pedagang meski sudah lebih 3 bulan kesepakatan dibangun pasar yang baru. Orang-orang masih lalu-lalang di sepanjang jalan menuju pasar. Hari masih sore sekitar pkl. 17.00. Perubahan yang tampak nyata juga terjadi pada alat transportasi menuju gunung yang semakin ramai, barangkali jalur lawu sudah menjadi menu utama para pendaki di Jawa. Akses menuju ke gunung sangat memadai, bahkan sedang terus dibangun perbaikan prasana jalan.
Jika Anda ingin mendaki dengan jalur tanah, pilih saja jalur dari Cemorokandang, Jawa Tengah. Kondisi alam yang tentu saja menantang pendaki yang gemar suasana nature; sedangkan bila ingin meninkmati tanjakan jalur berbatu lewatlah jalur Cemorosewu, Jawa Timur.
Komentar