Ada baiknya sekali waktu pada akhir tahun tidak selalu di puncak gunung untuk memandang panorama bawah, tetapi kita berada di bawah, di lembah untuk memberikan kesempatan bernapas tanah, batu, dan angin puncak berbicara dari hati ke hati.
Orang-orang yang mencintai puncak gunung hendaklah bercerita secara gamblang, mengapa teman lain juga ingin memandang keindahan dari puncaknya. Bagaimana kita bersiap diri dengan ketakterdugaan kondisi alam yang seringkali kita tidak siap mengantisipasinya sekaligus. Berita-berita petaka yang menimpa saudara pendaki hendaknya menjadi permenungan sepanjang hobi ini dikembangkan. Berita keberhasilan berdiri atau duduk, bersujud atau tengadah di atas ketinggian hendaklah menjadi kesadaran baru akan perlunya pemahaman baru tentang medan gunung yang tak sepenuhnya kita tahu jalannya, apalagi jalan-Nya yang sering tak diperhitungkan eksistensinya dari waktu ke waktu secara arif.
Buku referensi memang kadang tak mudah direvisi seperti media cerita yang segera bisa diupdate oleh setiap pendaki. Celakanya informasi sekecil apa pun yang perlu tentang medan gunung yang akan dikunjungi sering tidak dilihat. Kita kadang overconfindence akan kemampuan diri sendiri. Dan ini kurang bijak bagi siapa saja yang mau lebih baik daripada hari kemarin.
Berikan satu saat untuk melihat kembali suatu tahapan aktivitas kita secara cermat, dan tanyakan kesiapan kita kembali untuk melakukan perjalanan selanjutnya pada pendakian-pendakian musim terencana.
Salam introspeksi pada akhir tahun.
Orang-orang yang mencintai puncak gunung hendaklah bercerita secara gamblang, mengapa teman lain juga ingin memandang keindahan dari puncaknya. Bagaimana kita bersiap diri dengan ketakterdugaan kondisi alam yang seringkali kita tidak siap mengantisipasinya sekaligus. Berita-berita petaka yang menimpa saudara pendaki hendaknya menjadi permenungan sepanjang hobi ini dikembangkan. Berita keberhasilan berdiri atau duduk, bersujud atau tengadah di atas ketinggian hendaklah menjadi kesadaran baru akan perlunya pemahaman baru tentang medan gunung yang tak sepenuhnya kita tahu jalannya, apalagi jalan-Nya yang sering tak diperhitungkan eksistensinya dari waktu ke waktu secara arif.
Buku referensi memang kadang tak mudah direvisi seperti media cerita yang segera bisa diupdate oleh setiap pendaki. Celakanya informasi sekecil apa pun yang perlu tentang medan gunung yang akan dikunjungi sering tidak dilihat. Kita kadang overconfindence akan kemampuan diri sendiri. Dan ini kurang bijak bagi siapa saja yang mau lebih baik daripada hari kemarin.
Berikan satu saat untuk melihat kembali suatu tahapan aktivitas kita secara cermat, dan tanyakan kesiapan kita kembali untuk melakukan perjalanan selanjutnya pada pendakian-pendakian musim terencana.
Salam introspeksi pada akhir tahun.
Komentar