1 sURO, 1432 H, 7 Desember 2010
Kumaki RUU yang tak peduli ke-Istimewaan!
Survei membuktikan bahwa PEMILUKADA berpotensi liar: konflik kepentingan, adu domba antarelemen masyarakat, boros anggaran, chaos, dan anarkis = kemunduran DEMOKRASI PANCASILA, khas demokrasi ala Indonesia tulen.
Pra petinggi negeri ini memang jago-jago kampanye yang mendesain janji-janji 'gombal' untuk 'korban massal' projek iming-iming itu. Dan kita terbius suasana euforia itu.
Jika pola Top to bottom tak apat menjangkau 'jiwa' istimewa, mari kita pakai pola bottom to up yang memang dikehendaki oleh pemilik hak ulayat tanah babad alas Mentaok. NKRI jauh lebih demokratis di mata penggagas tekad awal yang golong gilig untuk merdeka dari tangan penjajah tanp reserve.
Bagimana dapat merasakan merdeka bila utang LN tak sebanding dengan laju kesejahteraan perkapita?
MINUS MALUM atau the best among the worst mengajarkan kepada kita untuk memberlakukan yang terbaik di antara yang jelek. UU itu berlaku tetap. Jadi PENETAPAN ISTIMEWA TANPA SYARAT! bukan pemilihan teoritis idealis para politikus avonturir.
PLONG!
(musyawarah untuk mufakat semakin menjauh,
semakin arif budaya: tanyakan kepada pemilih sah = wakil rakyat tinggal ketuk palu)
Kumaki RUU yang tak peduli ke-Istimewaan!
Survei membuktikan bahwa PEMILUKADA berpotensi liar: konflik kepentingan, adu domba antarelemen masyarakat, boros anggaran, chaos, dan anarkis = kemunduran DEMOKRASI PANCASILA, khas demokrasi ala Indonesia tulen.
Pra petinggi negeri ini memang jago-jago kampanye yang mendesain janji-janji 'gombal' untuk 'korban massal' projek iming-iming itu. Dan kita terbius suasana euforia itu.
Jika pola Top to bottom tak apat menjangkau 'jiwa' istimewa, mari kita pakai pola bottom to up yang memang dikehendaki oleh pemilik hak ulayat tanah babad alas Mentaok. NKRI jauh lebih demokratis di mata penggagas tekad awal yang golong gilig untuk merdeka dari tangan penjajah tanp reserve.
Bagimana dapat merasakan merdeka bila utang LN tak sebanding dengan laju kesejahteraan perkapita?
MINUS MALUM atau the best among the worst mengajarkan kepada kita untuk memberlakukan yang terbaik di antara yang jelek. UU itu berlaku tetap. Jadi PENETAPAN ISTIMEWA TANPA SYARAT! bukan pemilihan teoritis idealis para politikus avonturir.
PLONG!
(musyawarah untuk mufakat semakin menjauh,
semakin arif budaya: tanyakan kepada pemilih sah = wakil rakyat tinggal ketuk palu)
Komentar