Fenomena budaya yang masih terjaga dalam tradisi pada beberapa masyarakat kaki gunung adalah rambut gimbal. Di lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah, dapat kita jumpai anak-anak dengan rambut yang dibiarkan tidak dipotong bahkan mungkin tidak dikeramas sejak lahir. Umumnya mereka ini perempuan, meski ada juga beberapa laki-laki. Bedanya, laki-laki pada usia menjelang dewasa berubah dengan sendirinya.
Jika ingin mengamati budaya ini, usahakan jangan terlalu agresif mengejar terlalu dekat. Mereka cenderung menghindar dan malu untuk berkomunikasi. Perjumpaan harus berkesan alami, meski sekedar berhenti untuk duduk istirahat, menyapa, dan lewat begitu saja. Andai punya banyak waktu, menginaplah di salah satu rumah perangkat desa, tentu dengan izin pendekatan yang baik-baik. Dianjurkan untuk mengenal dan memahami bahasa Jawa agar lebih cepat beradaptasi dengan masyarakat. Mereka akan berkumpul saat di dapur, berdiang di depan tungku, memasak, minum teh atau kopi, lalu cerita sana-sini: tanaman sayur, pupuk, binatang piaraan, hasil panen, sumber air, dan cerita rakyat setempat. Orang-orang sederhana, atau meminjam istilah W.S. Rendra: Orang-orang Tercinta, lebih cepat akrab berdialog sambil minum atau makan di depan tungku perapian. Orang Jawa bilang, "wedang" arti bebasnya 'ngawe kadang' (memanggil saudara) sebagai ungkapan diterima di tempat itu.
Jika ingin mengamati budaya ini, usahakan jangan terlalu agresif mengejar terlalu dekat. Mereka cenderung menghindar dan malu untuk berkomunikasi. Perjumpaan harus berkesan alami, meski sekedar berhenti untuk duduk istirahat, menyapa, dan lewat begitu saja. Andai punya banyak waktu, menginaplah di salah satu rumah perangkat desa, tentu dengan izin pendekatan yang baik-baik. Dianjurkan untuk mengenal dan memahami bahasa Jawa agar lebih cepat beradaptasi dengan masyarakat. Mereka akan berkumpul saat di dapur, berdiang di depan tungku, memasak, minum teh atau kopi, lalu cerita sana-sini: tanaman sayur, pupuk, binatang piaraan, hasil panen, sumber air, dan cerita rakyat setempat. Orang-orang sederhana, atau meminjam istilah W.S. Rendra: Orang-orang Tercinta, lebih cepat akrab berdialog sambil minum atau makan di depan tungku perapian. Orang Jawa bilang, "wedang" arti bebasnya 'ngawe kadang' (memanggil saudara) sebagai ungkapan diterima di tempat itu.
Komentar