Budaya konsumtif yang tinggi menggoda gaya hidup modern yang disebut kreditan. Tingkat kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah tidak dapat bersaing dengan kelas sebagian masyarakat yang bergelimang kemewahan, pejabat, selebriti, artis. Sementara kebutuhan dasar untuk tetap bertahan hidup minimal layak disebut manusia perlu kerja keras membanting tulang, memeras keringat dan otak.
Peredaran uang keluarga yang keluar untuk dibelanjakan tidak sebanding dengan uang yang dikumpulkan setiap bulannya. Sebagian besar dibelanjakan untuk makan, sisanya dibagi-bagi menurut cabang dan ranting keinginan terencana dan celakanya banyak yang insidental, bersamaan, mendadak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jarang manajemen ekonomi keluarga membuat cadangan anggaran bahkan menabung atau asuransi, deposito di bank. Yang terjadi bank plecit alias bank keliling dengan bunga mencekik. Maka jadilah dunia ekonomi kita Dunia dalam Kredit. Terpaksa atau dipaksa keadaan, tergoda atau digoda situasi yang memang terkondisi seperti lingkaran setan
Peredaran uang keluarga yang keluar untuk dibelanjakan tidak sebanding dengan uang yang dikumpulkan setiap bulannya. Sebagian besar dibelanjakan untuk makan, sisanya dibagi-bagi menurut cabang dan ranting keinginan terencana dan celakanya banyak yang insidental, bersamaan, mendadak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jarang manajemen ekonomi keluarga membuat cadangan anggaran bahkan menabung atau asuransi, deposito di bank. Yang terjadi bank plecit alias bank keliling dengan bunga mencekik. Maka jadilah dunia ekonomi kita Dunia dalam Kredit. Terpaksa atau dipaksa keadaan, tergoda atau digoda situasi yang memang terkondisi seperti lingkaran setan
Komentar