Pengembangan aktivitas kepencintaalaman tidak berhenti pada mendaki gunung saja, tetapi mulai merambah ke berbagai kegiatan yang memiliki tantangan tersendiri di alam, mulai lintas alam(cross country), penelusur gua (caving), arung jeram(rafting), jungle survival, paralayang, dan Search and Rescue. Panjat Tebing dan Panjat Dinding buatan kini telah menjadi cabang olahraga tersendiri yang disejajarkan dengan atlet.
Fokus aktivitas petualangan bersinggungan dengan olah raga, konservasi, pariwisata, kemanusiaan, riset, dan jurnalistik. Akibatnya, penguasaan ilmu dan praktik di lapangan harus terus dibina pada diri pelakunya, perorangan maupun kelompok organisasi, formal maupun informal.
Pengenalan gua dimulai dengan memahami topografi dan pemetaan gua itu sendiri. Ada dua jenis gua yang dapat dikenal di Indonesia, yaitu tipe horisontal dan tipe vertikal. Ciri gua horisontal berupa lorong(tunnel), sedang gua vertikal berupa lubang (hole). Ciri khas lain adalah perubahan terang ke gelap(zone). Etika yang terkenal: Take nothing but picture, kill nothing but time, and leave nothing but foot print -- Jangan ambil apapun kecuali foto, jangan bunuh apapun kecuali waktu, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki.
DI Yogyakarta, mengenal beberapa objek wisata gua: gua Selarong, gua Jepang, gua Cerme, gua Langse, dan beberapa lainnya di daerah Gunung Kidul. Kalau mau agak bergeser ke Purworejo, akan ketemu gua Kiskendo dan gua Seplawan. Kali ini kita akan membicarakan gua Cerme, desa Srunggo, Imogiri, Bantul.
Berada di dinding perbukitan kapur selatan, gua ini digunakan untuk berbagai kepentingan. (Macet memori idenya... bersambung aja ya ....)
Fokus aktivitas petualangan bersinggungan dengan olah raga, konservasi, pariwisata, kemanusiaan, riset, dan jurnalistik. Akibatnya, penguasaan ilmu dan praktik di lapangan harus terus dibina pada diri pelakunya, perorangan maupun kelompok organisasi, formal maupun informal.
Pengenalan gua dimulai dengan memahami topografi dan pemetaan gua itu sendiri. Ada dua jenis gua yang dapat dikenal di Indonesia, yaitu tipe horisontal dan tipe vertikal. Ciri gua horisontal berupa lorong(tunnel), sedang gua vertikal berupa lubang (hole). Ciri khas lain adalah perubahan terang ke gelap(zone). Etika yang terkenal: Take nothing but picture, kill nothing but time, and leave nothing but foot print -- Jangan ambil apapun kecuali foto, jangan bunuh apapun kecuali waktu, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki.
DI Yogyakarta, mengenal beberapa objek wisata gua: gua Selarong, gua Jepang, gua Cerme, gua Langse, dan beberapa lainnya di daerah Gunung Kidul. Kalau mau agak bergeser ke Purworejo, akan ketemu gua Kiskendo dan gua Seplawan. Kali ini kita akan membicarakan gua Cerme, desa Srunggo, Imogiri, Bantul.
Berada di dinding perbukitan kapur selatan, gua ini digunakan untuk berbagai kepentingan. (Macet memori idenya... bersambung aja ya ....)
Komentar